Beberapa tahun lalu direktur jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK telah meresmikan pembangunan fasilitas konservasi gajah jinak dan hewan primata, Aek Nauli Elephant Conservation Camp. Fasilitas ini berlokasi di KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Aek Nauli, kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Dengan lahan seluas 285 hektar, terdapat 4 ekor gajah Sumatera jinak yang menjadi penghuni baru yang didatangkan dari Pusat Latihan Gajah Holiday Resort beberapa tahun lalu.

Gajah adalah satwa pintar yang mampu berkomunikasi dengan manusia dengan caranya sendiri. Sayangnya populasi gajah sekarang ini sudah semakin terancam punah. Berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature tahun 2012, gajah Sumatera bahkan sudah dimasukkan ke dalam status kritis. Adapun status tersebut naik satu peringkat yang sebelumnya masih dikategorikan status ‘genting’ (endangered/EN). Oleh karena itulah pemerintah gencar melakukan perlindungan terhadap satwa yang berukuran raksasa ini.

Dibuka sekitar tahun 2016 silam, Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) menjadi sebuah objek wisata baru tentang konservasi gajah yang bisa dikunjungi masyarakat luas. Bahkan rasanya bisa kurang sedap bila tak singgah ke lokasi ANECC saat berkunjung ke daerah Aek Nauli, kecamatan Dolok Panribuan, Sumatera Utara. Objek wisata yang satu ini sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Selain itu kawasan hutan pinus yang menjadi lokasi pelestarian gajah Sumatera juga sangat strategis yakni di jalan lintas Pematangsiantar – Parapat. Sehingga tidak membuat wisatawan terlalu kesulitan untuk menemui lokasinya. Dari kota Pematangsiantar, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Aek Nauli Elephant Conservation Camp. Namun jika anda bertitik dari Parapat maka waktu yang anda butuhkan sekitar 20 menit saja.

Di lokasi konservasi gajah Aek Nauli, wisatawan bisa liburan sambil beredukasi. Pasalnya selain bisa melihat, berfoto, hingga bercengkrama dengan gajah jinak Sumatera, pengunjung juga bisa mempelajari tentang lebah madu. Anda bisa mengenal jenis-jenis lebah di tempat ini sampai seputar proses budidaya lebah secara langsung.

Namun jika anda ingin melihat kecerdasan 4 ekor gajah jinak yang bernama Siti Zubaidah, Vini Alvionita, Ester Juwita, dan Luis Vigo, anda perlu membeli seikat tebu yang dibanderol seharga Rp 20 ribu. Nantinya anda akan dapat menikmati kecerdasan keempat gajah yang siap menuruti perintah. Seperti menggelengkan kepala, duduk, mengangkat kaki, dan juga foto bersama. Tentu suasana seperti itu bisa melepaskan anda dari segala penat yang membelenggu sekaligus menikmati sensasi hewan raksasa yang pintar.

Tidak kalah seru, anda juga bisa bermain dan berfoto di kawasan hutan pinus yang instagenik ini. Anda bisa sepuasnya berkeling mengitari kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp dan melihat bunga anggrek yang tumbuh di sekitar hutan. Bahkan pengunjung juga bisa melakukan aktivitas camping di kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Sebuah lapak khusus tersedia untuk orang-orang yang ingin mendirikan tenda. Jadi ada banyak hal sebenarnya yang bisa wisatawan lakukan saat berada di kawasan konservasi gajah Sumatera Aek Nauli.

Tiket Masuk ke Kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)

Anda bisa datang ke lokasi konservasi gajah ini menggunaan kendaraan pribadi atau umum. Lantas jika hanya sekedar melihat habitat gajah maka para wisatawan tidak perlu merogoh kocek untuk membeli tiket masuk. Dengan kata lain lokasi konservasi ini bebas dari biaya retribusi. Tetapi pengunjung diminta untuk mengisi buku tamu. Jadi sudahkah anda merencanakan liburan ke konservasi gajah Sumatera Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)?